LANJUTAN BAB III KONFIGURASI VPS

 KONFIGURASI VPS (Virtual Private Server)


A.  Software yang Harus Dinstall

Sentral control panel seperti cPanel Webuzo, ataupun EHCP akan mempermudah dalam mengelola sebuah website dan tidak perlu menginstal kembali aplikasi Apache, MySQL PhpMyAdmin, dan PHP karena secara otomatis akan terinstal dengan sendirinya. Namun, kekurangannya adalah dibutuhkan spesifikasi VPS yang memadai guna menjalankan control panel tersebut. Semuanya akan terasa mudah jika terbiasa bergelut dengan CLI (Command Line Interface) dengan menggunakan basis teks atau shelll formand promt saja. Guna memenuhi kebutuhan hosting sebuah server, harus terinstal beberapa piranti lunak (software) yang sering distilahkan sebagai LAMP (kependekan dari Linux, Apache, MySQL, PHP) Piranti lunak (software) yang diperlukan adalah sebagai berikut.

1. Apache

Software Apache pada umumnya sudah terinstal pada saat menyewa VPS agar file HTML dan folder dapat dibuka melalui komputer lain (internet) menggunakan web browser Aplikasi jenis ini mutlak dibutuhkan slika ingin menggunakan VPS sebagai web hosting Apache merupakan sebuah web server yang nantinya bertanggung jawab untuk dalam menangani request response http. Perintah yang digunakan untuk instalasi Apache2 adalah sebagai berikut

Selanjutnya, buka browser dan masuk alamat IP VPS. Jika muncul tampilan pada halaman "its Work", maka proses instalasi apache2 telah berhasil

2. Database (MySQL)

Database digunakan untuk menyimpan segala informasi secara terstruktur, misalnya postingan komentar, dan lain-lain. Aplikas database banyak macamnya seperti PostgreSQL ORACLE dan lain lain. Beberapa aplikasi yang juga membutuhkan MySQL database di antaranya adalah WordPress, Joomla dan CMS yang lainnya. Perintah yang digunakan untuk instalasi MySQL adalah sebagai berikut

Selanjutnya, akan muncul permintaan untuk memasukkan password untuk root dan dilakukan hingga proses instalasi tersebut selesai

3. PHP

PHP identik dengan sebuah bahasa skrip yang digunakan untuk membuat blog secara dinamis Tanpa adanya PHP script, maka PHP tidak dapat dijalankan Berbagai produk produk website atau CMS kebanyakan yang dibuat menggunakan PHP salah satunya yang paling terkenal adalah wordpress.org. Oleh karena itu, jika website yang dibangun mengunakan PHP, maka sudah seharusnya menginstal PHP tersebut pada server yang bersangkutan Perintah yang digunakan untuk instalasi PHP adalah sebagai berikut


Selanjutnya, lakukan uji coba (tes) pada PHP yang baru saja diinstal dengan masuk ke folder /var/www/html-nya. Hal yang perlu dipahami adalah setiap distro biasanya memiliki letak yang berbeda-beda. Jika pada Debian berada di /var/www/html/. Selanjutnya, buat file bernama phpinfo. php dengan perintah sebagai berikut.


Sebelum editor nano terinstal, lakukan instalasi dengan perintah sebagal berikut.


Berikutnya, masukkan kode di bawah ini dengan benar

Setelah itu keluar dan save konfigurasi tersebut. Pada tahap berikutnya buka alamat http:// ipddress/phpinfo.php tanda bahwa instalasi PHP berhasil dilakukan pada server adalah jika muncul gambar sebagai berikut


Selanjutnya, Mysal harus men-support PHP 5 meta perlu melakukan konfigurasi dengan perintah sebagai berlikut


Tunggu beberapa saat hingga proses konfigurasi berjalan dengan baik. Setelah selesai, restart Apache dengan memberikan perintah sebagal berikut.


4. PhpMyAdmin

PhpMyAdmin diterjemahkan sebagai sebuah aplikasi agar user lebih leluasa dalam mengelola database MySQL dengan basis GUI (Graphical User Interface). Langkah-langkah dalam instalasi Phpmyadmin sebagai berikut.


MyAdmin sesara defoult terinstal di /usr/share. Oleh karena itu, kita perlu memindahkan ataupun meng-copy ke dalam folder agar dapat melakukan akses melalui http://ipaddress/ phpmyadmin. Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut.


Hingga pada tahap PhpMyAdmin selesai terinstal dengan benar, maka VPS sudah siap digunakan untuk web hosting. Unggah (upload) semua aplikasi pada folder /var/www.


 KONFIGURASI VPS LINUX UNTUK WEB HOSTING



Langkah-langkah setting VPS untuk web hosting dengan CMS WordPress adalah sebagai berikut.


1. Masuk ke dalam folder var/www dan unduh (download) wordpress dengan perintah sebagai berikut:

2.  Setelah proses pengunduhan selesai dilakukan, selanjutnya ekstrak file tersebut dengan perintah sebagai berikut

3. Selanjutnya, akan muncul folder baru dengan nama wordpress. Dalam hal ini, user harus memindahkan semua isi pada folder wordpress tersebut untuk diletakkan pada root directory V var/www) Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut

Setelah itu, file index.html dihapus karena dapat mengganggu pada saat akan mengakses alamat ip/domain pada tahap selanjutnya

4. Sebelum membuat website dengan wordpress, buat database teriebih dahulu. Caranya dengan membuka http:/alamat_ip/phpmyadmin dikuti login menggunakan user root dan memasukkan kata sandi (password) yang sudah dibuat pada saat instalasi MYSQL sebelumnya. 

Pada bagian create new database diisi dengan nama: wordpress. Pada opsi di sebelahnya dipilih Collation, sedangkan pada MySQL connection collation berada pada posisi utf8_general_ci. Selanjutnya, diakhiri dengan klik create.

5. Selanjutnya, lakukan proses Instalasi wordpress pada VPS dengan cara membuka alamat IP VPS yang bersangkutan

6. Klik pada Create a configuration File ->lalu klik Lets Go 

7. Masukkan semua informasi yang dibutuhkan lalu klik tombol Submit 

Perintah di atas menyatakan bahwa user diharuskan men-copy semua kode-kode tersebut untuk diletakkan pada direktor tempat menaruh semua file wordpress di folder /var/www dan diberi nama wp-config.php.

8. Selanjutnya, kembali ke terminal dan membuat file dengan nama wp-config.php dengan perintah sebagai berikut

Selanjutnya, paste kode tersebut dan simpan dengan menekan tombol kombinasi CTRLX dilanjutkan dengan menekan tombol "Y" dan diakhiri dengan menekan tombol Enter

9. Berikutnya, kembali lagi ke tampilan awal WordPress dan klik pada tombol Run the Install.

Pada tahap ini, user diminta untuk memasukkan informasi website beserta akun yang akan digunakan untuk login. Hal yang perlu diperhatikan adalah e-mail yang digunakan harus valid  Jika sudah selesai, selanjutnya klik tombol install WordPress

Dalam hal ini, user tinggal mengakses direktori admin untuk proses dashboard dengan https://alamatip-or-domain/wp-admin.

10. Jika dalam melakukan proses pemindahan, website mengalami gangguan pada penempatan URL hasil posting, hal tersebut dapat diatasi dengan melakukan enabled mod_rewrite dengan menjalankan perintah di terminal sebagai berikut. 


Selanjutnya, edit file.htaccess di var/www/htaccess dengan perintah sebagai berikut.

Setelah itu, gandakan (copy) kode berikut


Selanjutnya, simpan dengan menekan tombol kombinasi CTRL*X dilanjutkan menekan tombol "Y" dan diakhiri dengan men kan tombol Enter

11. Pada bagian ini, semua proses telah selesai dikerjakan dan lakukan restart pada apache2 dengan perintah sebagai berikut

Hal yang perlu diperhatikan pada bagian akhir adalah kondisi WordPress harus selalu writeable. sehingga perlu perintah konfigurasi sebagai berikut




sumber:

https://www.domainesia.com

https://repo.smkdipo2rawalo.sch.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB I MENGEVALUASI CONTROL PANEL HOSTING

BAB IV MENGEVALUASI DEDICATED HOSTING SERVER