BAB III MENGEVALUASI VPS (VIRTUAL PRIVATE SERVER)

 VPS (Virtual Private Server)



Dalam sebuah server dijalankan beberapa sistem operasi yang dapat digunakan masingmasing pengguna server secara privat. Sistem operasi yang dijalankan dalam server tersebut bisa bervariasi, mulai dari Linux hingga Windows OS. Karena server ini menggunakan mode virtual, maka para pengguna VPS ini akan memiliki jatah sumber daya server sendiri, mulai dari prosesor, RAM, harddisk dan lain sebagainya. Tentunya VPS ini lebih aman dari gangguan dibandingkan dengan shared hosting. VPS (Virtual Private Server) cocok digunakan bagi pemilik situs yang memiliki pengunjung web/blog dengan angka di atas lima digit (sudah mencapai puluhan ribu pengunjung). Tetapi, berhubung dengan VPS mendapatkan sumber daya server dengan alokasi hardware tersendiri, maka biaya sewanya juga lebih mahal dibandingkan dengan shared hosting.

VPS (Virtual Private Server) biasanya digunakan untuk keperluan web server software, File Transfer Protocol program, mail server program, dan berbagai jenis aplikasi software untuk kebutuhan blogging dan e-commerce. Pada dasarnya, UPS ini menjadi penengah dan menutupi kekurangan yang dimiliki oleh shared hosting dan dedicated hosting yaitu dengan memberikan kebiasaaan secara penuh terhadap sistem operasi yang dijalankan user, sehingga user dapat menginstal berbagai jenis software yang memang didukung oleh sistem operasinya.


1. Pengertian VPS  

VPS (Virtual Private Server) adalah teknologi server side tentang sistem operasi dan perangkat lunak yang memungkinkan sebuah mesin dengan kapasitas besar dibagi ke beberapa virtual mesin. Tiap virtual mesin ini melayani sistem operasi dan perangkat lunak secara mandiri dan dengan konfigurasi yang cepat. Secara global, VPS sering digunakan untuk Cloud Computing, Software Bot, menjalankan Software Robot Forex(untuk trading), dan sebagainya.

VPS juga dapat diartikan sebagai sebuah metode untuk membagi sumber daya atau resource sebuah server menjadi beberapa server virtual. Server virtual tersebut memiliki kemampuan menjalankan operating system sendiri seperti layaknya sebuah server. Bahkan kita dapat me-reboot sebuah server virtual secara terpisah(tidak harus mem-reboot server utama)

 

2. Jenis VPS (open VZ,KVM,HVM, Hyper V)

a) OpenVZ adalah jenis  VPS menggunakan sistem operasi yang bekerja pada shared kernel (berbagi kernel) yang biasa digunakan oleh website-website golongan menengah ke bawah, tetapi jarang digunakan olehwebsite yang sudah terkenal. Merupakan tipe VPS yang paling umum ditawarkan karena tingkat penggunaan resourcenya cukup rendah, tapi ini mengakibatkan banyak hosting provider menjualnya lebih dari batas seharusnya (overselling). Jadi ada kemungkinan performa VPS anda malah akan turun seiring banyaknya VPS yang dijual untuk node (server) yang digunakan. OpenVZ tidak bisa menggunakan sistem operasi Windows, jadi sebelum terlanjur membeli dan bila ingin menggunakan Windows dalam VPS maka beli saja VPS jenis KVM. Sistem operasi yang ditawarkan umumnya adalah dalam parian Linux.

b) KVM (Kernel-based Virtual Machine) adalah jenis virtualisasi VPS dalam level kernel. Jadi VPS anda bisa berinteraksi langsung dengan hardwarenya, inilah kelebihan KVM dibanding OpenVZ yang harus berkomunikas melalui sistem operasi. Kalau anda memerlukan virtualisasi penuh maka KVM adalah jawabannya.Bila anda ingin menginstall Windows, BSD atau Solaris maka anda harus menggunakan KVM. Karena memiliki akses langsung ke perangkat keras KVM biasanya memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan OpenVZ dengan jumlah memori yang sama.

c) Xen HVM (Hardware Virtual Machine) merupakan tipe virtualisasi dalam tingkat kernel, jadi mirip dengan KVM. Kelebihannya adalah virtualisasi hardware secara penuh dibanding OpenVZ dan didukung oleh perusahaan Xen. Jadi umumnya kalangan korporat lebih memilih teknologi virtualisasi ini dalam mengelola Virtual Machine-nya.Merupakan jenis full virtualization maka Xen HVM bisa diinstall Windows. Secara popularitas HVM merupakan teknologi ketiga terpopuler yang ditawarkan di internet.

d) Microsoft Hyper-V adalah jenis virtualisasi VPS yang paling cocok kalau anda hanya berurusan dengan sistem operasi Windows. Sebaiknya anda menggunakan HyperV untuk Windows kalau biaya bukan hambatan bagi anda karena harganya akan sedikit lebih mahal dibandingkan jenis virtualisasi lainnya dan ini belum memperhitungkan biaya lisensi sistem operasi Windows. Bisa menginstall sistem operasi selain platform Windows kalau menginginkan, seperti Linux, BSD atau Solaris. Ini cocok bagi developer yang ingin menyatukan pengelolaan semua Virtual Machinenya dalam satu tempat. Apalagi control panel Hyper-V memiliki GUI (Graphical User Interface) yang tentunya akan mempermudah anda menangani VM di server tersebut.

3. Prinsip dasar VPS

A. VPS bekerja seperti sebuah server yang terpisah.

B. VPS memiliki processes, users, files, dan menyediakan full root access.

C. ZVPS dapat melakukan konfigurasi file untuk sistem dan aplikasi software.

D. VPS dapat memiliki system libraries atau mengubah menjadi salah satu system libraries         lain.

E. Setiap VPS dapat delete, add, modify file apa saja, termasuk file yang ada dalam root, dan     menginstal software aplikasi sendiri atau mengkonfigurasi root application software.


sumber:

https://idcloudhost.com 

https://repo.smkdipo2rawalo.sch.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB I MENGEVALUASI CONTROL PANEL HOSTING

BAB IV MENGEVALUASI DEDICATED HOSTING SERVER

A. MENGENAL SISTEM KONTROL DAN MONITORING JARINGAN KOMPUTER